Pernah buat surat cinta??hihi..aq blom pernah..tp kayanya seru jg klo nulis surat cinta..jd kaya orang jadul -jaman dulu-..hihi..Tapi klo nulis surat cinta nya kaya gini gmn ya??Orang yang akan trima surat cinta ini perasaan nya kaya gmn yaa??
Utuk lebih lengkap nya silakan membaca..tapi jgn tll dihayati bgt:D
Taman anggrek,
Untuk kekasih hatiku...
Dear Cinta,
Kita ditemukan untuk saling menjamah kebahagian yang pernah 'hilang'. Kita pernah merasainya, namun ia pergi dan kita bagai terlontar dalam kegelapan - teraba-raba mencari arah dan cahaya. Dan, ketika kita terperangkap dalam kegelapan itu, ketika kita saling mencari... kita ditakdirkan bertemu. Hilanglah rasa takut dan resah terkurung dalam dunia gelap yang tiba-tiba datang.
Lalu... kita mencari cahaya cinta dan kita telah temuinya namun nun... jauh di ujung sana! Kita
ayun langkah mereda gelap menuju cahaya cinta itu yang kita sendiri tak pasti berapa jauhnya. Malah, dalam mereda gelapnya suasana itu, kita tahu bahawa kita harus lalui liku-liku atau entah apa yang ada - kita juga tahu, mungkin kita tersungkur! Kita juga tahu, mungkin genggaman tangan kasih yang erat boleh saja terlerai - terpisah dalam kegelapan yang mencengkam!
Kekasih...
Kita melihat satu cahaya yang sama di depan sana. Mungkin dalam langkah mereda gelap ini, engkau atau aku akan tersesat dan terpaksa mencari cahaya lain. Biarpun cahayanya tidak seperti cahaya yang kita lihat bersama, namun mungkin kita harus pasrah dan menerima apa adanya. Mungkin takdir cinta kita begitu tertulisnya. Kita mungkin boleh berusaha mengubah takdir cinta seperti yang kita mau, namun... kita hanya mampu mencoba.
Ada segunung resah di matamu yang kulihat sejak dulu. Dan, sebenarnya ada selautan gelisah yang bergelora di hatiku. Kulihat ke dalam matamu, mampukah kita daki gunung resah itu? Kuselam ke dalam hatiku, lalu kutanya juga - mampukah kita renungi gelora dan badai yang menggila? Kita sama-sama memiliki jawapan yang sama... "Entahlah!"
Kekasih...
Kalau boleh, mau kubiarkan saja bahtera kasih ini hanyut dan dilambung ombak dan pergilah ke mana haluan sekalipun tak kuhiraukan, asal saja akan ada pelabuhan di depan sana. Tetapi aku juga resah andai kubiarkan begitu saja, mungkin entah di pantai mana tersadarnya bahterakasih kita. Atau, karamkah bahtera ini dihempas badai menggila? Sekali lagi... "Entalah!"
Kasih yang tak kita ketahui ini, mungkin memang harus kita biarkan mengikut takdirnya.... aku memang tak tahu, Apakah takdir cinta ini akan memberi kita kebahagiaan atau sebaliknya....
doa dan usaha...Bismillah....itu yang kita punya...
Kita ditemukan untuk saling menjamah kebahagian yang pernah 'hilang'. Kita pernah merasainya, namun ia pergi dan kita bagai terlontar dalam kegelapan - teraba-raba mencari arah dan cahaya. Dan, ketika kita terperangkap dalam kegelapan itu, ketika kita saling mencari... kita ditakdirkan bertemu. Hilanglah rasa takut dan resah terkurung dalam dunia gelap yang tiba-tiba datang.
Lalu... kita mencari cahaya cinta dan kita telah temuinya namun nun... jauh di ujung sana! Kita
ayun langkah mereda gelap menuju cahaya cinta itu yang kita sendiri tak pasti berapa jauhnya. Malah, dalam mereda gelapnya suasana itu, kita tahu bahawa kita harus lalui liku-liku atau entah apa yang ada - kita juga tahu, mungkin kita tersungkur! Kita juga tahu, mungkin genggaman tangan kasih yang erat boleh saja terlerai - terpisah dalam kegelapan yang mencengkam!
Kekasih...
Kita melihat satu cahaya yang sama di depan sana. Mungkin dalam langkah mereda gelap ini, engkau atau aku akan tersesat dan terpaksa mencari cahaya lain. Biarpun cahayanya tidak seperti cahaya yang kita lihat bersama, namun mungkin kita harus pasrah dan menerima apa adanya. Mungkin takdir cinta kita begitu tertulisnya. Kita mungkin boleh berusaha mengubah takdir cinta seperti yang kita mau, namun... kita hanya mampu mencoba.
Ada segunung resah di matamu yang kulihat sejak dulu. Dan, sebenarnya ada selautan gelisah yang bergelora di hatiku. Kulihat ke dalam matamu, mampukah kita daki gunung resah itu? Kuselam ke dalam hatiku, lalu kutanya juga - mampukah kita renungi gelora dan badai yang menggila? Kita sama-sama memiliki jawapan yang sama... "Entahlah!"
Kekasih...
Kalau boleh, mau kubiarkan saja bahtera kasih ini hanyut dan dilambung ombak dan pergilah ke mana haluan sekalipun tak kuhiraukan, asal saja akan ada pelabuhan di depan sana. Tetapi aku juga resah andai kubiarkan begitu saja, mungkin entah di pantai mana tersadarnya bahterakasih kita. Atau, karamkah bahtera ini dihempas badai menggila? Sekali lagi... "Entalah!"
Kasih yang tak kita ketahui ini, mungkin memang harus kita biarkan mengikut takdirnya.... aku memang tak tahu, Apakah takdir cinta ini akan memberi kita kebahagiaan atau sebaliknya....
doa dan usaha...Bismillah....itu yang kita punya...
Luph u selalu...
--Lelakimu/perempuanmu--
Original By (UPUTSERUPUT)
nb: muup y aq copy paste tulisanna :D


0 comments:
Post a Comment