
Nemu artikel disalah satu majalah terkenal dalam dan luar negeri *haiyah..* isinya tentang Male Behavior..Hmm menarik juga untuk dibaca..so,cekidot..
Niat awal ingin mengonfrontasi, kok situasi malahan jadi terbalik? Kini giliran Anda yang memegang peran!
Hey, namanya juga pasangan. Wajar saja jika terjadi beda pendapat dan pertengkaran. Namun Anda harus ingat,yang namanya pertengkaran tidak selalu buruk. Bahkan, dapat dibilang sebagai hal yang baik dan merupakan bumbu dalam sebuah hubungan. Jika Anda sudah bisa berargumen dengan si dia, itu tandanya Anda berada dalam sebuah hubungan yang begitu nyaman, hingga mampu mengutarakan pendapat pribadi. Hanya saja, terkadang wanita suka terbawa perasaan, selalu jadi pihak yang merasa bersalah dan paling emosional. Padahal, mengetahui jalan pikiran mereka merupakan trik yang paling jitu. Apa saja kebiasaan pria tiap kali adu argumen dengan wanita? Inilah jawabannya!
Minim Kata
Coba Anda ingat-ingat beberapa situasi saat Anda dan si dia berbeda pendapat. Bisa-bisa Anda menguasai hingga 80% pembicaraan dan pasangan hanya menerima sisanya saja! Pria memang cenderung menyimpan perasaan dan hanya mengomentari hal-hal yang yang menurutnya perlu. Apalagi dalam sebuah hubungan, mereka termasuk kaum yang lebih menghindari pertengkaran. Semakin banyak Anda berbicara, semakin sedikit kalimat yang terlontar dari mulut si dia, dan lebih minim lagi dari ucapan Anda yang masuk ke telinganya. Ya, memang menyebalkan. Apalagi jika Anda sudah mulai menuduh si dia akan suatu hal. Well, kalaupun ia memang terbukti bersalah, coba untuk tenang dan hindari tuduhan awal. Jika ini Anda lakukan, ia hanya akan memasang dinding pertahanan dan tak akan mengaku. Apabila ia memang tertutup dan tak mau membuka mulut, coba beri si dia waktu berpikir. Mudah-mudahan nantinya akan semakin mudah baginya untuk lebih terbuka.
Selalu Saja Solusi
Berbeda dengan wanita, pria lebih senang memberi jalan keluar dan penyelesaian, sedangkan Anda hanya butuh seseorang untuk mendengarkan. Coba saja untuk meminta sarannya sekarang juga. Besar kemungkinannya dia akan menyarankan Anda untuk lebih sabar dan mengalah. Atau membicarakan masalah Anda secara baik-baik. Dua agenda yang berbeda, yang pada akhirnya bisa jadi pertengkaran. Tak usah ragu mengungkapkan apa yang Anda inginkan. Utarakan kalau Anda hanya butuh si dia untuk mendengarkan dan mengerti perasaan Anda.
Tebak Perasaan
Ayo, Cosmo yakin Anda sering memainkannya dengan si dia. Ketika Anda marah, seringkali Anda hanya cemberut dan meminta si dia untuk memikirkan sendiri apa kesalahannya. Well, Honey, pacar Anda bukan Deddy Corbuzier atau Rommy Rafael yang pandai membaca pikiran. Jadi, hindari tahap ini saat berargumen dengan dia. Ungkapkan apa yang Anda pikirkan hingga argumen tak berlipat ganda.
Terlalu Didramatisir
Ini terjadi bila hubungan Anda dan si dia sungguh fantastis dengan drama dan intrik layaknya sinetron. Diwarnai dengan adegan membanting pintu, berlinang air mata dan si dia yang langsung keluar dan memacu mobil sekencang-kencangnya. Drama, drama, drama. Kisah seperti ini memang layaknya hanya terjadi di layar kaca, bukan pada kehidupan nyata. Jadi, simpan skrip tadi dan fokus pada permasalahan Anda dan pasangan Anda. Pria tak suka dengan segala sesuatu yang dilebih-lebihkan.


0 comments:
Post a Comment